Photobucket

Selasa, 01 November 2011

Bahan yang digunakan untuk Cloth Diaper

Bahan kain untuk membuat popok dan aksesorisnya sangatlah beragam, tidak hanya katun. Hal ini sering kali membuat sebagian orang kebingungan karena terlalu banyak istilah baru dan tidak familiar.
Kamus kali ini berusaha memasukkan istilah-istilah bahan yang saat ini sudah ditemukan di pasaran Indonesia. Agar lebih mudah, kami mengelompokkan tiap bahan dalam tiga kategori yaitu: bahan penyerap, bahan waterproof dan bahan yang memberi efek kering (stay dry, biasanya untuk inner).

Bahan Penyerap
Bahan penyerap adalah bahan kain yang digunakan sebagai lapisan penyerap pipis bayi di dalam popok kain. Daya serap lapisan ini dapat berbeda-beda tergantung jenis bahan dan jumlah lapisannya.
  • Katun: Bahan ini sangat umum ditemukan. Saat ini, beberapa produsen memilih katun organik untuk bahan popok kainnya karena lebih eco-friendly. Katun organik dihasilkan dari serat kapas yang dalam pertumbuhannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia (pestisida, pupuk buatan).
  • Microfiber: Dari Green Foot Steps disebutkan bahwa “Microfibres are not from renewable resources – they are usually constructed from the chemicals from petroleum – and they are not biodegradable. They last well with care and can always be recycled as cleaning cloths.”
  • Bambu: Bahan ini diperoleh dari serat bambu dan termasuk serat alami. Pertumbuhan bambu tergolong cepat dan tidak membutuhkan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan. Bahan ini biodegradable, daya serap lebih baik daripada katun dan memiliki antibakteri alami.
  • Hemp: Bahan ini juga termasuk serat alami. Diperoleh dari tanaman hemp (nama lainnya, serat rami). Daya serapnya sangat besar dan memiliki antibakteri alami. Kelebihan lainnya adalah daya tahannya yang tinggi.
  • Zorb: Bahan ini tergolong baru di pasaran. Menurut Zany Zebra, “Zorb is made of non-allergenic bamboo/cotton/viscose and poly micro fibers and absorbs much faster than other diaper fabrics. A single layer of Zorb can hold three times as much liquid as other diaper fabrics so it leaks and wicks less.
Bahan waterproof
  • PUL: PUL adalah singkatan dari Polyurethane Laminate. Dari situs Little for Now: “PUL is a waterproof barrier that can be laminated to polyester or cotton fabrics. Polyester PUL is much less likely to leak, cotton PUL is often really cute but requires more frequent diaper changes to prevent leaks“.
  • Procare: Menurut situs Candle on The Hill, “ProCare is 25% polyester (backing), 75% vinyl Barrier.” Bahan ini sangat durable dan sangat baik untuk membuat wet bag.
  • Wool: “A natural fiber used in making diaper covers or water-resistant soakers. Breathable and soft, quality wool diaper covers are great for overnights or for sensitive skin as they allow moisture to be released.” (dari situs Litlle for Now). Bahan wol ini sebenarnya tidak sepenuhnya tepat dikatakan waterproof. Menurut Diaper Pin, “Wool’s structure produces an elegant combination of water repellence, breathability and moisture absorbency.”
  • Fleece: Fleece terbuat dari bahan sintetik (polyester) dan memiliki beberapa jenis. Jenis fleece yang sesuai untuk fungsi waterproof adalah fleece yang memiliki ketebalan tertentu, antara lain Windpro, Windbloc, Polartec (salah satu sumber point ini adalah Little for Now).
Bahan stay dry
  • Microfleece: Menurut Zany Zebra: “Microfleece is 100% polyester and a superior moisture-wicking diaper fabric. It is used next to baby’s skin to keep baby feeling dry and comfortable even in a wet diaper. Microfleece resists staining, and does not hold poo like other diaper fabric can. Best of all, it’s so soft and cushy for baby“.
  • Suedecloth: Bahan ini juga 100% polyester. “Suedecloth is thinner than microfleece but has many of the same qualities that make it perfect for diaper inners. Suedecloth wicks moisture away from baby, resists staining, and does not hold poo. In addition, suedecloth does not pill and stays new-looking longer than microfleece” (dari situs Zany Zebra).
  • Raw silk: Walau belum umum digunakan, namun bahan ini sudah mulai beredar di pasaran. Menurut situs Kayka’s Cloth Kits, “This is a raw silk fiber fabric that is somewhat course but is one of the only all-natural fabrics that is considered “stay dry” and keeps moisture away from the skin. It is used as a diaper inner or a liner next to the baby’s skin to keep the baby feeling dry“.
Istilah bahan yang lain
  • Cotton Terry: Bahan katun ini sering digunakan untuk penyerap dalam popok kain dan juga untuk inner-outer fitted diaper. Tergolong murah namun cukup efektif. Yang mudah ditemukan adalah terry cotton yang biasa kita gunakan untuk handuk.
  • Cotton Sherpa: Bahan campuran katun dan polyester. Menurut Diaper Pin: “Sherpa Terry is knit terry fabric, just like a baby towel, that has been brushed and washed to raise the fibers and give a fluffy super soft feel. Many loops of the terry remain, and absorbency is not compromised. Generally the Sherpa Terry that is used in diapers has a high cotton content, and a small polyester content. Sherpa terry that is 75% cotton and 25% polyester, to 80% cotton and 20% polyester is most commonly used in diapers“.
  • Cotton Flannel: Salah satu bahan katun yang mudah ditemukan. Teksturnya lembut. Umumnya digunakan sebagai outer dan inner popok kain, namun tidak tertutup kemungkinan juga untuk digunakan sebagai penyerap.
  • Cotton Velour: Dari situs Very Baby: “Velour feels similar to velvet, in that it is a pile fabric. Soft and thick, velour is a luxurious fabric for diapers. Just be sure the velour you are using has a high cotton content. No lower than 70% cotton.” Bahan katun dengan tekstur velour sangat halus dan lembut di kulit bayi. Selain katun, ada juga bamboo velour dan hemp velour.
  • Minkee/Minky: Bahan ini tergolong populer. Dalam site Kayla’s Cloth Kits dijelaskan: “This is a 100% polyester fabric with a very soft feel to the right side. It is used as a diaper outer for fitted diapers sometimes but IS NOT WATERPROOF. It also makes a nice diaper inner that is relatively stay dry“.
sumber http://milispopokkain.wordpress.com

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar