Curhat Bunda Idaman
"Saya adalah seorang istri dan ibu dari 2 orang anak, laki laki dan perempuan yang ingin berbagi tentang dunia IBU"
Sabtu, 05 November 2011
Kamis, 03 November 2011
Belajar Mengubah Hidup dengan Membaca Rahasia Perjuangan Hidup Orang Lain
Mengubah Hidup
Dengan Membaca Rahasia Perjuangan Hidup Orang Lain?
Kenapa Tidak?!
Saya pun memulainya dengan pengetahuan internet yang nol besar
namun kini...
Saya Adalah Pemilik Bisnis Yang Dapat Diwariskan melalui Internet!
Pernah tinggal di rumah kontrakan yang kalau hujan deras bocornya layaknya kebanjiran dari arah atap? Saya pernah. Pernah punya mobil keluaran lebih dari tigabelas tahun yang lalu yang dibeli second dan kredit pula -- yang bila ingin keluar dari mobil tersebut harus menurunkan jendela terlebih dulu agar tangan bisa membuka pintunya dari arah luar?
Saya pernah.
Pernah harus tidur diatas kasur lungsuran yang terbuat dari kapuk dan sepertiga bagiannya sudah ambles dan diletakkan tanpa tempat tidur? Saya pernah.
Pernah melewati aneka etalase mainan dan harus membuang muka pura-pura tidak melihat saat anak tersayang menatap penuh harap? Saya pernah.
Pernah harus berpura-pura didepan orang bahwa semua sedang dalam keadaan baik-baik saja padahal hutang menumpuk? Saya pernah.
Pernah berada dalam sebuah supermarket untuk belanja bulanan dan lagi-lagi harus mengeluarkan kartu kredit karena tidak punya uang tunai? Iya. Saya pernah.
Pernah membuat surat pengajuan ke sekolah agar diperbolehkan mencicil uang pangkal sebanyak tiga kali padahal sebetulnya hanya boleh dua kali cicilan? Saya pernah. Tiga kali tahun ajaran malah hehe.
Pernah harus bergadang bermalam-malam karena ingin yang amat sangat mempelajari cara kerja sebuah hal yang diyakini dapat mengubah hidup? Saya pernah.
Pernah tertunduk sujud syukur saat permohonan kredit pada bank untuk membuat rumah dengan syarat aplikasi menggunakan bonus statement di-approve? Saya pernah.
Pernah menangis bahagia saat pertama kalinya dalam hidup bisa membayar tagihan kartu kredit secara lunas? Saya pernah.
Pernah tersenyum semalaman kearah luar jendela rumah menatap sebuah mobil mewah gratisan
terparkir dihalaman yang masih belum dibuatkan garasi? Saya pernah.
Pernah diam-diam meneteskan airmata dibalik punggung 10 orang downline luar biasa yang berjalan mendahului menyusuri kota bernama Stockholm? Saya pernah.
![]() |
Duluuu banget Nadia suka minjem ember ke rumah orangtua kami karena rumahnya kebanjiran selain itu dia juga suka minjem uang sama mama. Sebagai adiknya, saya tau keuletan seorang Nadia yang gak terpuruk dengan keadaannya yang dulu jauh dari nyaman. Bahkan sebaliknya. Keadaan rumahnya yang rawan banjir dan utang-utangnya yang lumayan banyak membuat ia mulai membangun bisnisnya. Kalau yang lain menjauhi dunia Multi Level, Nadia justru mendekati dunia itu dan membangunnya dari layar komputernya (online) yang sekarang dikenal orang banyak dengan d'BCN. Jadi mau seberapa banyaknya utang kita, mau sesusah apapun kita, sebaiknya harus tetap punya semangat berubah. Kalau seorang Nadia dulu tidak mau memperbaiki nasibnya mungkin jutawan internet tidak sebanyak sekarang, karena saat ini d'BCN memiliki ratusan jutawan via internet:) Nahria Media |
![]() |
Dulu saya harus belajar sendiri untuk mengubah hidup dan memerlukan waktu yang lama untuk memilah semua informasi dan ilmu yang tersedia di internet.Kini ijinkan saya berbagi RAHASIA untuk anda Bila anda PERNAH melalui apa yang PERNAH saya lalui diatas.
Luangkan waktu untuk mengisi form ini dan "dengarkan" saya bercerita tentang pengalaman saya belajar dari seorang Dini Shanti dan membangun bisnis secara online...dan belajar mengubah hidup.
![]() |
Kalo liat foto-foto Nad jaman dulu, kok cupu banget ya... Manisnya sih keliatan, tapi polesannya beda. Sekarang maaahh kinclong abeesss!! Aku tau Rahasianya... Karena dengan d'BCN dan Oriflame beban hutang sudah banyak berkurang, tingkat pedenya jauh meningkat, dan pastinya pengetahuan tentang perawatan kecantikan makin mantap... Pengembangan diri, peningkatan kualitas hidup dan penambahan pengetahuan... Semuanya bisa didapat disini. Mau online atau offline, semua bisa... Liat aja hasilnya pada Nadia... Orang beneran lho itu... ;) Windy Indraswari |
![]() |
10 tahun yang lalu Nadia Meutia berkenalan dengan Dini Shanti yang tanpa sadar mengajarinya bahwa Dunia Online sangat bisa dijadikan bisnis dan penghidupan!
6 tahun yang lalu seorang Nadia Meutia harus begadang semalaman untuk belajar apa itu situs,
apa itu kode-kode html dan css, apa itu email otomatis, dan semuanya.
6 tahun yang lalu seorang Nadia Meutia harus belajar dari dasar cara membangun komunitas secara online
Semua Ini Dipelajari Secara Online!
tidak lulus kuliah dan tidak punya basic pendidikan dunia komputer
namun berhasil mendapatkan Honda New CRV gratis dari Oriflame
dalam 4 tahun perjalanan membangun jaringan)
Ikuti Langkah Sukses Nadia
Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!
Selasa, 01 November 2011
Bahan yang digunakan untuk Cloth Diaper
Bahan kain untuk membuat popok dan aksesorisnya sangatlah beragam, tidak hanya katun. Hal ini sering kali membuat sebagian orang kebingungan karena terlalu banyak istilah baru dan tidak familiar.
Kamus kali ini berusaha memasukkan istilah-istilah bahan yang saat ini sudah ditemukan di pasaran Indonesia. Agar lebih mudah, kami mengelompokkan tiap bahan dalam tiga kategori yaitu: bahan penyerap, bahan waterproof dan bahan yang memberi efek kering (stay dry, biasanya untuk inner).
Bahan Penyerap
Bahan penyerap adalah bahan kain yang digunakan sebagai lapisan penyerap pipis bayi di dalam popok kain. Daya serap lapisan ini dapat berbeda-beda tergantung jenis bahan dan jumlah lapisannya.
Kamus kali ini berusaha memasukkan istilah-istilah bahan yang saat ini sudah ditemukan di pasaran Indonesia. Agar lebih mudah, kami mengelompokkan tiap bahan dalam tiga kategori yaitu: bahan penyerap, bahan waterproof dan bahan yang memberi efek kering (stay dry, biasanya untuk inner).
Bahan Penyerap
Bahan penyerap adalah bahan kain yang digunakan sebagai lapisan penyerap pipis bayi di dalam popok kain. Daya serap lapisan ini dapat berbeda-beda tergantung jenis bahan dan jumlah lapisannya.
- Katun: Bahan ini sangat umum ditemukan. Saat ini, beberapa produsen memilih katun organik untuk bahan popok kainnya karena lebih eco-friendly. Katun organik dihasilkan dari serat kapas yang dalam pertumbuhannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia (pestisida, pupuk buatan).
- Microfiber: Dari Green Foot Steps disebutkan bahwa “Microfibres are not from renewable resources – they are usually constructed from the chemicals from petroleum – and they are not biodegradable. They last well with care and can always be recycled as cleaning cloths.”
- Bambu: Bahan ini diperoleh dari serat bambu dan termasuk serat alami. Pertumbuhan bambu tergolong cepat dan tidak membutuhkan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan. Bahan ini biodegradable, daya serap lebih baik daripada katun dan memiliki antibakteri alami.
- Hemp: Bahan ini juga termasuk serat alami. Diperoleh dari tanaman hemp (nama lainnya, serat rami). Daya serapnya sangat besar dan memiliki antibakteri alami. Kelebihan lainnya adalah daya tahannya yang tinggi.
- Zorb: Bahan ini tergolong baru di pasaran. Menurut Zany Zebra, “Zorb is made of non-allergenic bamboo/cotton/viscose and poly micro fibers and absorbs much faster than other diaper fabrics. A single layer of Zorb can hold three times as much liquid as other diaper fabrics so it leaks and wicks less.“
- PUL: PUL adalah singkatan dari Polyurethane Laminate. Dari situs Little for Now: “PUL is a waterproof barrier that can be laminated to polyester or cotton fabrics. Polyester PUL is much less likely to leak, cotton PUL is often really cute but requires more frequent diaper changes to prevent leaks“.
- Procare: Menurut situs Candle on The Hill, “ProCare is 25% polyester (backing), 75% vinyl Barrier.” Bahan ini sangat durable dan sangat baik untuk membuat wet bag.
- Wool: “A natural fiber used in making diaper covers or water-resistant soakers. Breathable and soft, quality wool diaper covers are great for overnights or for sensitive skin as they allow moisture to be released.” (dari situs Litlle for Now). Bahan wol ini sebenarnya tidak sepenuhnya tepat dikatakan waterproof. Menurut Diaper Pin, “Wool’s structure produces an elegant combination of water repellence, breathability and moisture absorbency.”
- Fleece: Fleece terbuat dari bahan sintetik (polyester) dan memiliki beberapa jenis. Jenis fleece yang sesuai untuk fungsi waterproof adalah fleece yang memiliki ketebalan tertentu, antara lain Windpro, Windbloc, Polartec (salah satu sumber point ini adalah Little for Now).
- Microfleece: Menurut Zany Zebra: “Microfleece is 100% polyester and a superior moisture-wicking diaper fabric. It is used next to baby’s skin to keep baby feeling dry and comfortable even in a wet diaper. Microfleece resists staining, and does not hold poo like other diaper fabric can. Best of all, it’s so soft and cushy for baby“.
- Suedecloth: Bahan ini juga 100% polyester. “Suedecloth is thinner than microfleece but has many of the same qualities that make it perfect for diaper inners. Suedecloth wicks moisture away from baby, resists staining, and does not hold poo. In addition, suedecloth does not pill and stays new-looking longer than microfleece” (dari situs Zany Zebra).
- Raw silk: Walau belum umum digunakan, namun bahan ini sudah mulai beredar di pasaran. Menurut situs Kayka’s Cloth Kits, “This is a raw silk fiber fabric that is somewhat course but is one of the only all-natural fabrics that is considered “stay dry” and keeps moisture away from the skin. It is used as a diaper inner or a liner next to the baby’s skin to keep the baby feeling dry“.
- Cotton Terry: Bahan katun ini sering digunakan untuk penyerap dalam popok kain dan juga untuk inner-outer fitted diaper. Tergolong murah namun cukup efektif. Yang mudah ditemukan adalah terry cotton yang biasa kita gunakan untuk handuk.
- Cotton Sherpa: Bahan campuran katun dan polyester. Menurut Diaper Pin: “Sherpa Terry is knit terry fabric, just like a baby towel, that has been brushed and washed to raise the fibers and give a fluffy super soft feel. Many loops of the terry remain, and absorbency is not compromised. Generally the Sherpa Terry that is used in diapers has a high cotton content, and a small polyester content. Sherpa terry that is 75% cotton and 25% polyester, to 80% cotton and 20% polyester is most commonly used in diapers“.
- Cotton Flannel: Salah satu bahan katun yang mudah ditemukan. Teksturnya lembut. Umumnya digunakan sebagai outer dan inner popok kain, namun tidak tertutup kemungkinan juga untuk digunakan sebagai penyerap.
- Cotton Velour: Dari situs Very Baby: “Velour feels similar to velvet, in that it is a pile fabric. Soft and thick, velour is a luxurious fabric for diapers. Just be sure the velour you are using has a high cotton content. No lower than 70% cotton.” Bahan katun dengan tekstur velour sangat halus dan lembut di kulit bayi. Selain katun, ada juga bamboo velour dan hemp velour.
- Minkee/Minky: Bahan ini tergolong populer. Dalam site Kayla’s Cloth Kits dijelaskan: “This is a 100% polyester fabric with a very soft feel to the right side. It is used as a diaper outer for fitted diapers sometimes but IS NOT WATERPROOF. It also makes a nice diaper inner that is relatively stay dry“.
Jumat, 21 Oktober 2011
Dampak Penggunaan Disposable Diaper
Sebagai calon orang tua, salah satu yang perlu anda putuskan adalah apakah buah hati anda kelak akan menggunakan disposable diaper ataukah cloth diaper. Apa yang anda putuskan akan memberikan dampak baik dari segi kesehatan maupun finansial, sebab bayi anda akan menghabiskan 25.000 jam bersama diaper dan butuh 6.000 kali penggantian pada tahun pertamanya. Artikel ini akan membahas kandungan kimia yang terdapat pada disposable diaper yang tentunya dapat memberikan efek yang tidak sedikit bagi buah hati anda, semoga bermanfaat.
Disposable diaper atau popok sekali pakai terdiri dari bahan-bahan kimia berbahaya, di antaranya adalah Sodium Polyacrylate. Sodium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang hebat, bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada lapisan dalam disposable diaper memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari beratnya di dalam air. Bahan kimia inilah yang mengubah cairan menjadi gel yang akan menempel di kulit bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu, bahan ini juga dicurigai sebagai biang keladi iritasi kulit dan demam. Ketika disuntikkan pada tikus percobaan menimbulkan hemorhage, kegagalan kardivaskuler, bahkan kematian. Anak-anak bisa terbunuh jika menelan 5 gram Sodium Polycrylate. Selain itu, bahan ini juga merusak daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan para pekerja pabrik yang memproduksinya.
Bahan kimia lain yang berbahaya adalah dioxin. Dioxin dihasilkan dari proses produksi pemutih kertas. Sementara itu proses produksi disposable diaper menggunakan dioxin dalam bentuk gas klorin. Dalam artikel yang berjudul “Whitewash; Exposing the health and environmental dangers of woman’s sanitary product and dsposable diaper - what you can do about it”, Liz Amstrong dan Adrienne Scott menyatakan kebanyakan industri kertas melakukan proses pemutihan dengan menggunakan pulp whiter daripada klorin. Penyebabnya tak lain adalah bahan kimia yang termasuk dalam organoklorin (termasuk di dalamnya dioxin) ini sangat beracun dan bersifat persisten (menetap dalam tubuh).
Tributyl Tin (TBT) juga termasuk bahan yang digunakan dalam produksi disposable diaper. Bahan kimia ini selain menyebabkan pencemaran lingkungan juga di samping sangat beracun. Penyebarannya bisa melalui kulit, jadi bisa dibayangkan tingkat bahayanya kalau kulit bayi yang sensitif memakai diaper yang mengandung TBT. Karena saking beracunnya bahan kimia ini dalam konsentrasi yang sangat kecil pun bisa mengakibatkan gangguan hormon disamping mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tak tanggung-tanggung, orangtua yang memiliki bayi laki-laki perlu waspada karena bahan ini bisa menyebabkan kemandulan . Ginny Caldwell dalam artikelnya yang berjudul "Diapers, Disposable or Cotton?", menyatakan bahwa kerusakan dalam sistem saraf pusat, ginjal dan lever bisa disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam disposable diaper.
Pada tahun 1999 The Archive of Environtmental Health melaporkan sebuah studi yang dilakukan oleh Anderson Laboratories. Dalam studi tersebut mereka membuka kemasan diaper lalu meletakkannya di dekat tikus-tikus percobaan. Tikus-tikus yang terekspos diaper tersebut menderita bronchoconstriction yang menyerupai serangan asma. Tak hanya itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami iritasi mata, kulit dan tenggorokan. Di dalam sebuah ruangan yang luas sekalipun emisi dari disposable diaper cukup mampu membuat tikus-tikus ini terserang asma. Bahan kimia yang ditemukan dalam disposable diaper yang mampu menyebabkan iritasi tenggorokan antara lain tolune, xylene, ethylbenzene, styrene, dan isopropylbenzene.
Tentu saja berbeda dengan popok kain yang terkenal aman karena tidak mengandung bahan kimia. Tikus-tikus percobaan tidak mengalami gangguan pernafasan seperti tikus-tikus yang terkena emisi diaposable diaper. Jadi sekarang saatnya mempertimbangkan lagi penggunaan disposable diaper supaya bayi aman dari efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh disposable diaper.
Studi sains yang dilakukan Kiel University Jerman pada tahun 2000 mengindikasikan kemandulan pria dengan meluasnya penggunaan disposable diaper yang menyebabkan suhu daerah testis lebih panas daripada suhu badan. Ini merupakan faktor yang signifikan terhadap menurunnya tingkat kesuburan kaum pria di Eropa Barat.
Ruam popok misalnya meningkat drastis dari 7,1% menjadi 61% dengan bertambahnya penggunaan disposable diaper menurut sebuah review studi yang dilakukan Proctor and Gambles (The Landbank Consultancy Ltd, 1991). Anda bisa bayangkan keuntungan yang dimiliki pabrik pembuat krim anti ruam popok :-).
Sumber : http://www.babies-nappies.co.uk/
Kamis, 20 Oktober 2011
Clodi alias Popok Kain
Saat pertama kali mendengar istilah ini di iklan yang berseliweran disalah satu jejaring sosial setahun lalu, saya langsung tertarik karena waktu itu saya lagi hamil dan sebelumnya si kakak pake M**y P**o selama 2 tahun, hfff kebayang deeeh pengeluaran tambahannya hehehe....
trus iseng iseng deeh diklik iklannya. Jengjeeeeeng alamaaaak muahalnyaaaaa..tapi dibanding manfaatnya sepadan juga seeeh...
Setelah coba cari tau kesana dan kemari hehehe (lebay.com) akhirnya saya sedikit paham dengan istilah ini, dan dari hasil browsing ini dia yang bisa saya share dengan momi..momi...
Apa itu "CLODI / POPOK KAIN"...???
CLODI atau "Cloth diaper" adalah popok kain berkantong yang memerlukan lapisan penyerap (insert) setiap kali pemakaian pada buah hati Ayah Bunda. Cloth diaper terbuat dari bahan-bahan berkualitas baik yang dapat menyerap cairan dan membuat permukaan tetap kering sehingga buah hati bebas ruam. Lapisan Inner cloth diaper terbuat dari bahan suede cloth atau fleece yang sangat lembut, ,menyerap cairan dengan cepat dan tetap membuat permukaan inner tetap kering. Lapisan outer cloth diaper terbuat dari bahan waterproof sehingga meminimalkan kebocoran.
Jika Ayah Bunda sudah memutuskan untuk beralih dari popok sekali pakai ke cloth diaper maka keputusan yang diambil sudah sangat bijaksana....
Jika Ayah Bunda sudah memutuskan untuk beralih dari popok sekali pakai ke cloth diaper maka keputusan yang diambil sudah sangat bijaksana....
Popok Kain lebih nyaman dan sehat
Kami percaya bahwa kenyamanan dan kesehatan adalah salah satu alasan yang terpenting untuk memilih popok kain! Popok kain terbuat dari bahan yang lembut, dan bersirkulasi udara yang memberikan anak anda rasa lembut dan nyaman. Banyak popok kain juga memiliki bahan bagian dalam yang mampu menyerap kelembaban untuk memberikan rasa tetap kering di pantat bayi. Popok kain tidak memiliki plastik yang menggesek kulit seperti banyak terjadi pada popok sekali pakai. Pernahkah bunda memperhatikan iklan popok sekali pakai? Bagian luar yang “seperti kain” – mereka juga menyadari bahwa yang paling nyaman adalah dengan menggunakan kain!
Popok sekali pakai mengandung bahan kimia, kertas plastic, dan tercatat menimbulkan masalah kesehatan yang serius yaitu reaksi alergi
Sebagai tambahan, ketika bunda membandingkan daya serap antara popok kain dan popok sekali pakai, maka popok kain memiliki daya serap yang sedikit lebih rendah. Ini adalah hal yang baik! Popok kain mulai basah/lembab rata-rata setelah 4 jam dipakai sedang penyerap ultra pada popok sekali pakai menyembunyikan kelembaban/kebasahan. Artinya anak-anak akan lebih sering mengganti popok kain daripada anak-anak yang menggunakan popok sekali pakai (yang berarti duduk di atas kotoran mereka sendiri lebih lama).
Setiap anak memiliki perbedaan toleransi terhadap produk pospak, bundalah yang paling mengerti keadaan sikecil dan memutuskan popok mana yang cocok untuk buah hati tercinta.
Popok kain lebih ekonomis
Penggunaan popok kain lebih ekonomis dibandingkan popok sekali pakai. Meskipun biaya awal popok kain lebih mahal, tapi anda akan menghemat banyak karena popok kain dapat bertahan bertahun – tahun. Tidak hanya bertahan lama, tapi popok kain semakin lama semakin baik, karena semakin sering dicuci maka semakin kuat pula daya serapnya, dan hal ini tidak akan kita dapatkan dari popok sekali pakai. Sebagai tambahan, bila digunakan sesuai aturan popok kain dapat disimpan untuk adik-adiknya kelak.
Ayah Bunda....Mari berhitung pemakaian popok buah hati kita. Menurut survey, rata-rata bayi memerlukan 7.000 buah popok sekali pakai dari lahir sampai umur 2 tahun. Harganya bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Mari kita anggap 1 buahnya Rp 1.600. Berapa yang Ayah Bunda harus keluarkan untuk 1 anak? Rp 11.200.000!!! Ditambah lagi biaya untuk membeli cream untuk mengobati ruam popok. Semua uang yang dikeluarkan berakhir menjadi sampah yang baru akan terurai 500 tahun !
Jika memakai cloth diaper satu ukuran (S,M, dan L dalam satu) sejumlah 8 buah cukup untuk pemakaian full time sampai usia 2 tahun. Ayah Bunda bisa berhemat banyak dan bisa "diwariskan".
Coba hitung, berapa yang Ayah Bunda hemat untuk 2 orang anak ? 3 anak? dst........
Jika memakai cloth diaper satu ukuran (S,M, dan L dalam satu) sejumlah 8 buah cukup untuk pemakaian full time sampai usia 2 tahun. Ayah Bunda bisa berhemat banyak dan bisa "diwariskan".
Coba hitung, berapa yang Ayah Bunda hemat untuk 2 orang anak ? 3 anak? dst........
Langganan:
Postingan (Atom)


Duluuu banget Nadia suka minjem ember ke rumah orangtua kami karena rumahnya kebanjiran 
Kalo liat foto-foto Nad jaman dulu, kok cupu banget ya...